HAPUS ?
SMA Negeri 2 Jember - Jl. Jawa No. 16 No.Tel 0331321375  FAX. 0331324811
  Silahkan Login disini
User ID

Password


Mau Mendaftar ?
  Menu Utama
 Home
 Format SMS
 Quiz
 Absen Siswa
 SPP
 Profil Sekolah
 Tata Usaha
 Kurikulum
 Kesiswaan
 Perpustakaan
 Bimb. Konseling
 
  • Album
  • Guru
  • Siswa
  • Buku Tamu
  • Registrasi
  • Alumni
  •   Arsip Artikel
  • September 2010
  • August 2010
  • July 2010
  • June 2010
  • May 2010
  • April 2010
  • March 2010
  • February 2010
  • January 2010
  • December 2009
  • November 2009
  • October 2009
  • AREMA
      by : Oktavin Prapamungkas | 2010-02-08

    Arema, selama ini dikenal sebagai klub sepak bola yang ber-home base
    di kota dingin Malang. Bukan kabar yang mengagetkan jika klub ini
    hampir tidak bisa mengikuti kompetisi Liga Indonesia karena tidak
    punya dana. Problem dana memang telah mendarah-daging dalam Arema.
    Uniknya, klub berlogo singo edan ini selalu dapat mengatasi problem
    itu, bahkan mempu berprestasi lumayan bagus.


    Sekali menjadi juara kompetisi Galatama, dan dua kali masuk ke babak
    perempat final Liga Indonesia yang telah dicatat Arema. Catatan
    prestasi ini cukup untuk menempatkan Arema salah satu tim yang
    disegani di kancah Liga Indonesia. Namun yang lebih sering menarik
    perhatian publik bola nasional dari Arema dalah polah-tingkah
    komunitas supporternya yang dikenal dengan sebutan Aremania.
    Aremania banyak dipuji sebagai prototipe supporter sepak bola yang
    ideal untuk masa depan sepak-bola Indonesia. Mereka mampu
    menggabungkan unsur fanatisme terhadap klub kebanggaan dengan
    sportivitas terhadap pemain dan suppoter lawan, serta kreativitas
    dalam menghidupkan atmosfer pertandingan.

    "Nonton sepakbola di Malang, mengingatkan saya akan pertandingan-
    pertandingan sepak-bola di Eropa," begitu komentar pelatih asal
    Belanda, Henk Wulem yang terkesima oleh kreativitas Aremania.
    Pelatih tim Pelita Solo, Danurwindo suatu ketika juga mengakui,
    bermain tandang di Malang layaknya bermain di kandang sendiri.
    Meskipun penonton di Stadion Gajayana Malang sampai ke tepi
    lapangan, mereka tidak menganggu para pemain lawan dan bersikap
    sangat ramah. Tim tamu justru sering mendapatkan dukungan penonton
    ketika tim tuan rumah bermain mengecewakan. Komunitas supporter
    Pasopati Solo mengakui kelahiran mereka banyak terinspirasi oleh
    Aremania.

    Militansi Aremania tak diragukan. Mereka sanggup bernyanyi dan
    menari sepanjang pertandingan untuk mendukung tim kesayangannya.
    Mereka tetap memberi dukungan walaupun tim Arema mengalami
    kekalahan. Yang lebih diacungi jempol banyak pihak, mereka
    menyanyikan lagu "Padamu negeri" di awal dan di penghujung
    pertandingan.

    Militansi inilah yang membuat banyak pemain asing, khususnya dari
    Chili begitu betah tinggal di Malang. Militansi itu yang membuat
    para pemain bermain kesetanan dan sanggup mengalahkan tim-tim yang
    lebih unggul. Para pemain bahkan begitu loyal terhadap tim, walaupun
    mereka tidak digaji setinggi jika mereka bergabung dengan tim lain.

    Arema Sebagai Subkultur
    Namun, Arema sesungguhnya bukan sekedar sebuah klub sepakbola
    berikut komunitas suppoerternya yang sangat fanatik. Lebih dari itu,
    adalah sebuah simbol, atau lambang yang menandakan kebanggaan
    terhadap identitas sebagai orang asal Malang. Oleh karena itu,
    sebutan Arema bukan sekedar melekat pada komunitas sepak bola, namun
    juga digunakan oleh komunitas sopir angkutan umum, tukang becak,
    komunitas tinju dan lain-lain.

    Dalam perspektif historis, identitas Arema juga dapat dilihat
    sebagai bentuk resistensi terhadap Arek Surabaya. Bukan rahasia lagi
    jika anak-anak muda Malang dan anak-anak muda Surabaya sejak dahulu
    bersaing dalam banyak hal. Mereka bersaing untuk menjadi warga yang
    paling superior di Jawa Timur. Mereka bersaing untuk menunjukkan
    siapakah yang paling layak untuk menyandang predikat "Arek". Arek
    Malang menolak anggapan bahwa mereka adalah "warga kelas dua" di
    Jawa Timur, di bawah Arek Surabaya yang menghuni kota yang lebih
    besar dan metropolis.

    Arek Malang selalu berusaha menciptakan jarak dan "pembeda-pembeda"
    dengan Arek Surabaya. Untuk itulah mereka berusaha membangun
    identitas tersendiri. Mereka ingin menunjukkan bahwa kiprah Arek
    Malang tidak kalah dengan Arek Surabaya. Dalam konteks itulah, kadar
    permusuhan Arek Malang terhadap Arek Surabaya begitu mengental dan
    dalam kasus-kasus tertentu melebihi permusuhan mereka dengan
    komunitas yang secara geografis lebih jauh. DAlam konteks inilah Arema kemudian menjelma mejadi
    semacam "subkultur" dengan identitas, simbol dan karakter yang
    berbeda dari subkultur Arek -yang secara umum telah identik dengan
    Arek Surabaya. Arek Malang membangun reputasinya di antaranya
    melalui musik dan olahraga. Sejarah menunjukkan Malang adalah
    gudangnya petinju berprestasi seperti : Thomas Americo, Wongso
    Suseno, Polo Sugaray, Monod, dan lain-lain. Malang juga melahirkan
    pesepak bola kenamaan : Bambang Nurdiansyah, Jamrawi, Singgih
    Pitono, Aji Santoso, Kuncoro, Maryanto, Agus Yuwono, Charis Yulianto
    dan lain-lain. Beberapa dari mereka bukan asli Malang, namun mereka
    besar di Malang dan bangga disebut Arek Malang.

    Berkaitan dengan usaha untuk melakukan resistensi itulah kiranya
    Aremania menunjukkan trend perilaku yang berbeda dengan supporter
    sepak bola Surabaya. Beberapa tahun belakangan ini, citra supporter
    sepak bola Surabaya benar-benar menurun. Mereka benar-benar
    diidentikkan dengan julukan "supporter bonek" dengan berbagai
    perangai buruknya. Uniknya, pada saat yang bersamaan citra Aremania
    semakin membaik. Aremania semakin populer sebagai supporter yang
    fanatik, namun kreatif dan sportif.

    Dengan kata lain, semakin buruk perilaku supporter sepak-bola
    Surabaya, maka akan semakin baik tren perilaku Aremania. Namun hal
    ini masih perlu pembuktian lebih jauh. Kita lihat saja nanti, apakah
    ketika supporter sepak-bola Surabaya menunjukkan gelagat membaik,
    Aremania justu menunjukkan trend sebaliknya. Mudah-mudahan yang
    terjadi Arema justru semakin lebih baik lagi.

    Arema Sebagai Media Katarsis
    Di sisi lain, keberadaan Arema dan Aremania juga bermakna sebagai
    media katarsis bagi problem-problem sosial yang dihadapi anak-anak
    muda Malang. Jika mau jujur, karakteristik anak-anak muda Malang
    tidak jauh beda dengan anak-anak muda Surabaya. Mereka menjadi
    bagian dari dinamika tradisi kekerasan, premanisme serta gaya hidup
    hedonis yang juga berkembang di Malang. Arek Malang dalam sejarahnya
    juga mengenal minum-minuman keras, narkoba dan berbagai bentuk aksi
    kejahatan. Omong-omong tentang kekerasan, bahkan ada seloroh yang
    menyatakan "Tradisi kekerasan di Malang sudah kondang sejak jaman
    Ken Arok".

    Walaupun tidak ada data statistik yang meyakinkan, penulis yakin
    kebiasaan-kebiasan buruk Arek Malang itu menurun signifikan sejak
    mereka Arema berdiri tahun 1987 dan berhasil menjadi simbol
    kebanggaan baru bagi Arek Malang. Arema dapat menjadi muara (yang
    positip) bagi Arek-arek Malang untuk menumpahkan segala kesumpekan
    hidup yang mereka alami. Arema dapat menjadi media katarsis bagi
    energi-energi terpendan dalam tubuh anak-anak muda di Malang.

    Dalam konteks inilah, fanatisme terhadap Arema menghasilkan efek-
    efek positip. Fanatisme itu dapat mengurangi kebiasaan nge-drug,
    minuman keras, trek-trekan (balapan liar) dan kebiasan-kebiasan
    buruk lain yang lazim dilakukan arek-arek Malang. Fanatisme itu
    tidak dibiarkan tumbuh liar, melainkan dikelola dengan baik melalui
    pembentukan korwil-korwil Arema berikut berbagai kegiatan
    positipnya : pengajian, tahlil bersama, arisan, bakti sosial dan
    lain-lain.

    Memang mustahil untuk memastikan bahwa 10.000 lebih supporter Arema
    semuanya sudah berkelakuan baik. Tentu saja ada satu-dua orang yang
    masih suka minum-minuman, ngedrug, nyopet ataupun tindakan kejahatan
    yang lain. Meskipun demikian, harus diakui Aremania semakin jauh
    dari kesan supporter sepak bola yang sangar, anarkhis dan suka
    melakukan kekerasan.

    Berdasarkan realitas-realitas di atas, terlihat bahwa Arema
    sesungguhnya adalah aset yang sangat berharga bagi masyarakat Malang
    dan sekitarnya. Eksistensi Arema dan Aremania mampu menghadirkan
    sejumlah dampak positip bagi kehidupan sosial masyarakat Malang pada
    umumnya.

    Komentar Berita
    Tgl : 2010-06-08 13:12:36
    Nama : aremanita
    Komentar : Kami arema,,,,,,, SALAM SATU JIWA,, d'indonesia kan selalu ada,, selalu bersama untuk kemenangan,, kami AREMAA,, AREMA selalu dihati,, :) VIKING BONEK gag usah anarki yoo,, sing cinta damai ngono Lhoo,,
     
    Tgl : 05/05/10/ 17:45:48
    Nama : kera Ngalam
    Komentar : ya jelas tkut pemain arema seblum tanding lwn psbya busx yg di naikin di lempari,,,apa2an 2 bonek,,,anarkis arema kalah tandang cm lwan persela,persebaya ma persipura ja... persebaya degradasi ja
     
    Tgl : 12/02/10/ 8:15:31
    Nama : aremania man
    Komentar : yo delok pringkat.e sek , , , , meski kalah ndeg sby,,, mesti engkok di bantai ndeg malang go arema . . . . ttp no 1 . . . .
     
    Tgl : 11/02/10/ 13:22:52
    Nama : aremania pisan
    Komentar : delok lah sopo peringkat siji..!!!
     
    Tgl : 11/02/10/ 13:18:38
    Nama : aremania
    Komentar : seng penting delok peringkat wes. sopo ndek duwur, sopo seng ndek ngisor
     
    Tgl : 11/02/10/ 13:13:17
    Nama : dork!
    Komentar : persipura oyi man!
     
    Tgl : 09/02/10/ 9:19:50
    Nama : Anggota Aremania
    Komentar : Gw akui team gw cacad, team aremania mang cacad, maka dr itu gw pndh ke bonek dan viking, disana gw bs mrdeka, di aremania gw trsiksa
     
    Tgl : 09/02/10/ 8:40:57
    Nama : bonek jember
    Komentar : ga ngurus masio tim ku nang papan tengah.... sing jelas aremania jancokkk
     
    Tgl : 09/02/10/ 8:33:02
    Nama : Bonek jg
    Komentar : lambange tengkorak brarti wes dadi batang bangke kabeh arek aremania
     
    Tgl : 09/02/10/ 8:31:58
    Nama : Bonek
    Komentar : woi asw nag aramnia jancok bnuh ja tuh nag arema asu2
     
    Tgl : 08/02/10/ 12:56:14
    Nama : Mr. P
    Komentar : GJ koen!
     
    Tgl : 08/02/10/ 12:55:38
    Nama : Unknown
    Komentar : Apa bei rah ca'en!
     
    Tgl : 08/02/10/ 12:18:00
    Nama : bonek
    Komentar : opo maksudte!
     
    Tgl : 08/02/10/ 12:02:36
    Nama : viking
    Komentar : emg bner klo arema perkasa,tp itu cm klo ada sporter(aremania),lihat waktu nglawan persebaya sby...masa' pemain arema takut sm yel-yel bonek (persebaya kita juara,arema jan_okkkkk,dikubur j),klo menurut bahasa itali itu "klub sing cuma jagone d kandang",trus...bgmana waktu aremania merusak stadion brawijaya(kediri)...
     
    Tgl : 08/02/10/ 9:38:32
    Nama : 801
    Komentar : aremania
     

    KOMENTARI BERITA INI
    NAMA : 
    KOMENTAR : 
     
    USER ONLINE   HARI   INI
    Hari ini =
    Bulan Sep = 1125
    Tahun 2010 = 4427

    Dari : Kosa Vandira Nugraha 

    SISMADAPALA XXX

    Dari : Rikawati 

    HOEY......!!!!!!